Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-10 19:47:40【Tempat Makan】710 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(7295)
Artikel Terkait
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- BPKP Kalbar awasi kualitas gizi dan akuntabilitas program MBG
- Konsumsi domestik naik, laba Unilever tumbuh menjadi Rp3,33 triliun
- Kemenkes edukasi warga Manokwari soal sistem rujukan kesehatan
- Puncak musim hujan tiba, ini dampak cuaca yang perlu diwaspadai
- 6 gaya hidup anak muda yang diam
- Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang
- Menko PM terima pesan untuk Presiden Prabowo dari siswi SDN Aek Tolang
- Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung
- Dokter tegaskan pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini
Resep Populer
Rekomendasi

Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304

Pemkab Malang telusuri penyebab keracunan belasan pelajar Mts

Dinkes: Waspada ISPA, kembali pakai masker dan jaga jarak

Ahli: Hirup mikroplastik jangka panjang berisiko picu penyakit paru

Kemendes: Kebutuhan Makan Bergizi Gratis diharapkan disuplai dari desa

Pemkab Cirebon targetkan dapur MBG miliki SLHS pada akhir Oktober 2025

BPKN siap panggil Aqua terkait dugaan sumber air dari sumur bor

Ade Rai ingatkan masyarakat agar peduli kesehatan sebelum sakit